Pembuatan Bahan Makanan Campuran (BMC) Sapihan Balita (Weaning Food) dengan Karakteristik Organoleptik dan Kandungan Gizi yang Baik

Authors

  • Kelik Putranto Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Ma’soem University

DOI:

https://doi.org/10.32627/agritekh.v1i02.25

Keywords:

Bahan makanan campuran, BMC, sapihan balita, organoleptik, kandungan gizi

Abstract

Bahan Makanan Campuran (BMC) adalah makanan tambahan yang diberikan pada balita yang telah disapih untuk memenuhi kecukupan gizinya. BMC sering digunakan dengan formulasi yang didasarkan atas asumsi bahwa anak balita akan mengkonsumsi rata-rata 100 gram produk kering setiap harinya. Penelitian tentang pembuatan BMC sebagai makanan sapihan Balita telah dilakukan pada bulan September sampai dengan bulan Nopember 2020 di Laboratorium Kimia dan Pengolahan Fakultas Pertanian Universitas Ma’soem. Tujuan penelitian ini adalah menetapkan imbangan antara Tepung Biji Nangka, Kacang Hijau Dan Beras Merah yang tepat untuk menghasilkan BMC dengan karakteristik organoleptik dan kandungan gizi yang baik. Perlakuan imbangan yang dicobakan adalah A = 80 : 20 : 0, B = 70 : 20 : 10, C = 60 : 20 : 20, D = 50 : 20 : 30, E = 40 : 20 : 40 dan F = 30 : 20 : 50 Setiap perlakuan yang dicobakan diulang sebanyak 4 kali. Metode yang digunakan adalah metode percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pengujian statistik uji jarak berganda Duncan pada taraf nyata 5 persen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa imbangan tepung biji nangka, tepung kacang hijau dan tepung beras merah (50 : 20 : 30) menghasilkan BMC balita yang mempunyai karakteristik warna, rasa, aroma, tekstur yang disukai dan memiliki kandungan Karbohidrat 72,47 g, protein sebesar 11,38 g, lemak 0,75 g serta energi  342,15 kkal untuk setiap 100 gram.

Downloads

Published

2021-06-28

Issue

Section

Articles